22 November 2011

Heute Herbst

Posted By: Utroq Trieha - 03:19

BEL yang digantung di pintu berkelinting.

“Menjelang musim dingin yang beku!”

Katja Heinenmann menaikkan kacamata tuanya. Ia melihat Klaus, salah satu profesor tua sekaligus pelanggannya yang setia, melepas mantel. Laki-laki itu baru pulang dari kampus tempatnya mengajar.
“Kopi susu, ya? Seperti biasanya.” Klaus menampilkan senyum lebar di antara wajah lelahnya.

“Aku juga punya kentang tumbuk dan sosis hangat.”

Klaus berpikir sejenak. “Bratwurst saja.”

Katja memang sudah tua dan tidak gesit lagi, tapi tidak perlu waktu lama baginya untuk menyiapkan pesanan. Sambil membawa nampan berisi makanan, ia keluar dari dapur dan menuju satu pojok favorit para pelanggan kedainya. Pojok dengan ukuran lumayan luas dengan rak buku raksasa dan dialasi karpet tebal. Ada juga beberapa meja kecil dan bangku bagi yang membutuhkan.

Klaus bersandar santai dengan buku tebal dalam genggamannya. Buku biografi Albrecht Dürer, pelukis Jerman abad ke-16 yang memadukan gaya ghotik Jerman abad ke15 dengan gagasan-gagasan Renaissance yang berkembang di Italia. “Penting untuk menjaga keseimbangan otakku, Frau. Mempelajari teknik membuat pesawat terbang canggih dan membaca perihal kesenian sekaligus.”

Selengkapnya sila baca id.klipingsastra.com

➖➖➖
Author Desi Puspitasari | Karya: Cerita Pendek | Terbit: 20 November 2011 | Diterbitkan: Koran Tempo


 

DESI PUSPITASARI:

Adalah penulis kelahiran Madiun yang sejak menempuh pendidikan tinggi -di Bulak Sumur- hingga kini tinggal di Jogjakarta. Selain menulis cerpen, cerber dan novel, bersama tim @JaringProject ia juga menulis naskah pertunjukan-teater.

0 comments:

Ads

Copyright ©2010- | Templatezy | Karya Sastra | Desi Puspitasari