18 October 2016

Eksis

Posted By: Desi Puspitasari - 01:50


”Aduh, gawat, gawat, gawat,” Riskiyari tampak panik dan kebingungan. Setelah sepanjang ketemuan dengan teman-teman yang lain kepalanya menunduk menghadap layar hape terus, akhirnya sekarang ia mendongak.

Teman-temannya bersikap biasa saja. Mereka sudah hafal dengan kebiasaan kawannya yang doyan eksis tesebut. Paling sebentar lagi dia akan bilang….

”Eh, aku numpang update sosmed, dong. Update instagram dan balas komen di Facebook. Sebentar saja,“ pinta Riskiyari. ”Ada yang penting banget, nih.“

”Sepenting apa?” tanya Wita.

”Aku kudu posting buat nunjukin kita lagi ketemuan,” jawab Riskiyari. Ia lalu merengek menanyakan apa boleh meminjam ponsel salah satu teman-temannya. Hanya sebentar, setelah medsos – media sosial – nya ter-update semua, ia akan segera mengembalikannya. ”Enggak bakal makan banyak kuota, deh. Suer. Aku janji.”

Tidak ada yang menanggapi permintaan Riskiyari. Mereka malah menyimpan ponsel masing-masing ke dalam saku celana dan ke dalam tas.

”Pulsaku habis, nih,” jawab Seto.

”Aku juga sudah enggak punya kuota internet,“ timpal Dila. ”Mungkin nanti baru isi ulang.”

”Aduuuh...,“ rengek Riskiyari. ”Terus aku apload gambar di instagramnya bagaimana?“

”Nanti sepulang dari sini kan bisa?” tegur Ahmad yang sebenarnya sudah jengkel sedari tadi.

”Memangnya kalau enggak di-upload sekarang kamu bakal rugi duit sampai milyaran, gitu?”

Selengkapnya sila simak di id.klipingsastra.com


➖➖➖
Author Desi Puspitasari | Karya: Cerita Pendek | Terbit: 16 Oktober 2016 | Diterbitkan: Koran Minggu Pagi


 

DESI PUSPITASARI:

Adalah penulis kelahiran Madiun yang sejak menempuh pendidikan tinggi -di Bulak Sumur- hingga kini tinggal di Jogjakarta. Selain menulis cerpen, cerber dan novel, bersama tim @JaringProject ia juga menulis naskah pertunjukan-teater.

0 comments:

Ads

Copyright ©2010- | Templatezy | Karya Sastra | Desi Puspitasari